Sunday, April 7, 2013

BankBola : Masyarakat Jangan Terlalu Memojokan Kopassus

Kopassus
Kopassus



Jakarta - Masyarakat hendaknya tidak terus menerus memojokkan Kopassus sebagai 'pembunuh' terlebih setelah para pelaku sudah mengakui perbuatannya. Sebab menurut Manager (BankBola), Roy Richard, kejadian di LP Cebongan, Sleman, bukanlah sebab melainkan akibat terbunuhnya Serka Santoso oleh sekelompok orang di Hugo's Kafe.

"Anggota Kopassus itu dibunuh dengan cara sadis oleh para preman yang memang sudah sangat meresahkan masyarakat Yogyakarta. Seandainya anggota Kopassus itu meninggal karena ketidaksengajaan, saya yakin tidak akan ada aksi balas dendam semacam itu," tegas Roy kepada Casino Online di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Secara psikologis, Roy bisa memaklumi tindakan yang dilakukan para rekan Serka Santoso. Mengingat solidaritas di tubuh TNI amatlah tinggi, terlebih di Kopassus.

"Para oknum Kopassus itu melanggar hukum memang benar, tapi kalau dilihat kasusnya lebih dalam saya bisa memahami. Anggota mana yang tega melihat komandannya dibunuh secara sadis oleh para preman?"  tambah Roy saat di wawancarai oleh Bola Tangkas.

Roy yang kini menjabat sebagai manager BankBola ini meminta kepada DPR, LSM dan lain sebagainya untuk tidak terlalu menyoroti dan menghakimi Kopassus. Pasalnya, pihak TNI terlebih Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo sudah mengakui kesalahannya dan siap bertanggungjawab.



Markas Kopassus
Markas Kopassus


"Jangan terlalu memojokan para prajurit kita. Mereka juga anak kandung bangsa yang berjiwa ksatria. Bagaimana pun Kopassus sudah berkorban jiwa raga buat negara. Usut kasus ini tanpa harus memojokan Kopassus. Dan jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban ulah premanisme yang makin sini makin menjamur," pungkas Roy.

Sebagaimana diketahui, Kamis 3 April lalu, Tim Investigasi TNI Angkatan Darat sudah menyampaikan keterangan resmi bahwa pelaku penyerangan di LP Cebongan adalah 11 oknum anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Surakarta. Hal tersebut diperoleh berdasarkan pengakuan dari 11 pelaku.



coba keberuntungan anda lewat mimpi (klik).





No comments:

Post a Comment